Laman

Showing posts with label Berita Cosplay. Show all posts
Showing posts with label Berita Cosplay. Show all posts

Tuesday, April 23, 2013

Cosplay Final Fantasy Versus XIII 'dirilis' dahului game aslinya




Memang belum ada penjelasan resmi dari pihak Square Enix tentang perilisan Final Fantasy XIII VERSUS (FFVXIII), namun cosplay tentang game satu ini lebih dahulu banyak 'dirilis.'

Dalam berita sebelumnya, ada rumor yang mengatakan bahwa Square Enix tidak mempunyai rencana untuk merilis FFVXIII, namun dengan cepat mereka membantah hal tersebut.

Square Enix menyatakan bahwa mereka akan tetap meluncukan FFVXIII. Sayangnya mereka masih menyembunyikan jadwal perilisannya.

Uniknya, walaupun dirilis secara resmi dan namun beberapa karakter di game tersebut justru 'hidup' terlebih dahulu. Banyak cosplayer, sebutan untuk pemeran cosplay atau costume play, yang justru berdandan seperti karakter di FFVXIII yang sampai sekarang belum diketahui dengan jelas tersebut.

Kotaku (29/03) melansir bahwa ada kemungkinan para cosplayer ini tidak terlalu mempedulikan sudah atau belumnya game tersebut dirilis. Mereka hanya terpaku pada bagaimana menjadikan diri mereka seperti sosok salah satu karakter di game tersebut.

Kabar lain mengatakan bahwa ada kemungkinan FFVXIII ini hanya dibuat khusus untuk pengguna PlayStation 3 saja. Belum ada konfirmasi resmi seputar game satu ini.

Tuesday, June 14, 2011

Gambir Expo Jadi Ajang Kumpul 'Cosplay'

TEMPO Interaktif, Jakarta - Di tengah keramaian Gambir Expo ada Sakura Kinomoto, tokoh utama anime Cardcaptor Sakura. Di sudut lain ksatria dari White Knight Chronicle dikerumuni sejumlah fotografer yang mengabadikan pose tokoh dalam game Playstation itu. Selain mereka, masih ada beberapa gadis yang bergaya Harajuku dengan busana sailor fuku, seragam sekolah siswa Jepang.

Ini adalah cos-goth, salah satu ajang kumpul cosplay di Jakarta. Puluhan remaja mengenakan kostum dan bergaya bak tokoh komik, anime, atau tokoh game kesukaan mereka. "Para cosu (pemain cosplay) cukup niat. Enggak hanya mengenakan kostum dan bergaya, tapi juga menjiwai karakter yang mereka bawakan," kata Johan Wahyudin, koordinator acara ini, Sabtu, 7 Mei 2011.

Cosplay sendiri merupakan budaya pop Jepang yang mulai menyebar di negara-negara lain. Di Jepang, budaya dan kegemaran ini tumbuh melalui pameran komik, anime, dan game. Di Indonesia, cosplay mulai digemari di dekade 2000-an. Tiga tahun terakhir ajang kumpul dan kompetisi cosplay semakin sering dan semakin banyak diminati. Sekitar 70 persen cosu di Indonesia adalah mereka yang berusia antara 18-24 tahun.

Bagi para cosu, cosplay merupakan kesenangan tersendiri. Bukan sekadar berakting dan bergaya, mereka juga menikmati proses pembuatan kostum yang rumit. Herry Bertus, 21 tahun, misalnya, baru setahun ini mulai terjun ke dunia cosplay. Tapi, di rumahnya sudah ada delapan kostum tokusatsu (tokoh anime, komik, game yang memakai baju zirah utuh) yang dibuat sendiri. Untuk satu kostum dia bisa menghabiskan Rp 1 juta. "Buatnya dari polikarbon, kemudian dibentuk dan dilapis dari tiga sampai lima kali cat, dan dipernis," katanya.

Herry juga menerima pesanan membuatkan kostum. "Ini enggak cuma hobi, tapi kreativitas dan seni," ujarnya lagi.

Hobinya ini bisa menghasilkan uang. Dari satu pesanan kostum saja dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sedangkan bila memenangi kompetisi cosplay, hadiah uang tunai Rp 1-2 juta masuk ke kantongnya.

Mulanya orang tua Herry menganggap kegemaran cosplay-nya itu aneh. "Tapi, setelah enam bulan mereka melihat ini bukan sesuatu yang merugikan," ujarnya.

Selain jadi ajang kumpul para cosu, gelaran cos-goth ini juga diisi dengan stan yang menjajakan aksesori, suvenir, action figure dari tokoh anime, komik, dan game, stan makanan Jepang seperti takoyaki dan okomomiyaki. Ada juga stan unofficial fans club penyanyi Jepang seperti Yui dan Arashi.

Cos-goth yang dimulai Sabtu, 7 Mei 2011, akan berakhir pada Minggu, 8 Mei 2011, pukul 20.00 WIB. Acara ini diramaikan peserta dari berbagai kota, seperti Jakarta, Malang, dan Yogyakarta.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Tuesday, June 7, 2011

Para "Cosplayer" Bertemu di Gambir Expo

JAKARTA, KOMPAS.com — Para penggemar tokoh kartun, komik, dan game Jepang yang dikenal sebagai cosplayer, selama dua hari, 7-8 Mei 2011, berkumpul di Gambir Expo Arena Pekan Raya Jakarta. Pertemuan silaturahim itu mendapat sambutan baik dari para kawula muda yang datang dari Jakarta, Bogor, Bandung, dan sekitarnya.

Sejak acara dibuka Sabtu (7/5/2011) sore, para cosplayer sudah memenuhi selasar Gambir Expo. Di antara mereka ada yang memakai baju sesuai tokoh kartun favorit mereka. Misalnya, Jack Noya yang berpakaian ala Scorpion, tokoh dalam serial permainan Mortal Kombat, tampak mondar-mandir di arena tersebut. "Aku datang dari Bogor. Semoga bisa bertemu dengan teman-teman cosplayer lain," kata Jack, yang membawa senjata tombak berantai yang dililitkan di tangan kanannya.

Para gadis remaja tak kalah bergaya dengan rambut warna-warni, seperti hijau dan pirang ala tokoh kartun cewek Jepang. Sementara para pedagang aneka makanan ala Jepang, aksesori, dan baju tokoh kartun yang biasa dipakai cosplayer menggelar dagangan di sana.

Johan Wahyudi, panitia Indonesia Cosplay Gathering, menjelaskan, acara diisi dengan pelatihan fotografi berbagai hiburan pada Sabtu. Pada Minggu (8/5/2011) ada pelatihan make up bagi cosplayer, diskusi, dan penampilan komunitas cosplay.

Selain para penggemar komik Jepang, di antara para pengisi acara ada yang penyuka lagu dan film Korea.

Tuesday, May 31, 2011

Apa dan Siapa Di Balik COSPLAY: The Series



Kapanlagi.com - COSPLAY: The Series (CTS) ini rencananya akan tayang di YouTube pada tanggal 20 April 2011 dan dapat diakses secara gratis dari seluruh dunia di website mereka. Sebagai sebuah komedi, serial ini menceritakan sebuah klub ekskul cosplay SMA yang ujung-ujungnya terlibat dalam konflik global antara cosplayer super dari pihak baik dan jahat. Plot yang sengaja dibuat berlebihan dan tidak masuk akal ini didukung dengan segenap karakter yang tidak kalah gilanya, yang seluruhnya dibangun dengan menggambarkan stereotipe otaku secara ekstrim dan memanfaatkan beragam klise anime. Memang, para pembuat serial ini sengaja mengemas komedi ini sebagai karya yang lebay, untuk menambah nilai jual kelucuannya.

Serial yang terdiri dari 9 episode berdurasi 3-7 menit ini telah mendapat perhatian dari The Japan Foundation Indonesia, serta berbagai organisasi seni / budaya lainnya. Selagi serial berlangsung di YouTube dari bulan April hingga Juni mendatang, para kru dan pemain akan berkeliling ke beberapa kota untuk screening serta diskusi film dan budaya, terkadang dilengkapi dengan live cosplay performance dan pembagian hadiah bonus lainnya. Untuk lebih jelasnya, para pemirsa dapat masuk ke halaman Facebook mereka (www.facebook.com/cosplaytheseries) untuk memeriksa jadwal tampil di berbagai event yang akan selalu di-update.

Dari segi gambar, serial karya sinematografer Fadli Rozi ini cukup unik dalam memanfaatkan frame diam dan besar. Memang, Fadli banyak terpengaruh latar belakangnya sebagai fotografer landscape, namun Bonni Rambatan sengaja mempertahankan ciri khas tersebut. “Frame diam membuat film ini lebih mirip anime dari segi pencitraan, dan hal tersebut sangat membantu branding kami,” ujar penulis dan sutradara CTS yang juga merupakan pengamat budaya dan media itu. “Selain itu, bahasa gambar dalam web berbeda dengan layar lebar atau televisi, kita harus memikirkan gambar yang berada di antara sekian banyak informasi lain dalam sebuah halaman web, bukan sekedar satu layar penuh saja. Gaya ini merupakan eksperimen, dan sejauh ini hasilnya cocok.”

Walaupun komedi, serial ini juga agaknya merupakan komentar mengenai pengaruh budaya pop Jepang di Indonesia. Walau ringan, berbagai isu penting dalam budaya pop disentuh dan disindir di dalamnya, mulai nasionalisme dan pengaruh Jepang, Hak Kekayaan Intelektual, konflik dengan keluarga, dan isu-isu lainnya.

“Film ini saya buat untuk memamerkan talenta muda Indonesia pada dunia, namun sekaligus juga mengangkat isu-isu penting dalam budaya kontemporer Indonesia dengan cara yang ringan dan menyegarkan. Saya cukup yakin bahwa sebuah serial cosplay akan dapat melakukan hal itu dan membawa nama Indonesia pada dunia,” kata Bonni. “Karya anak bangsa harus terus diperjuangkan, namun dengan mengakrabi budaya asing dan bukan memusuhinya.” (kpl/nat)

Tuesday, May 24, 2011

COSPLAY: The Series, Cosplay Rasa Indonesia!



Kapanlagi.com - Saat orang-orang sekedar mengeluh akan kualitas sinetron Indonesia yang tidak kunjung membaik, sekelompok anak muda dari Malang dan Bandung yang tergabung dalam inisiatif Q-Cosushinkai Project memutuskan untuk bangkit dan mulai membuat hiburan alternatif, sebuah serial web. Murni independen dengan dana sendiri, serial komedi berjudul COSPLAY: The Series (CTS) ini rencananya akan tayang di YouTube pada tanggal 20 April 2011 dan dapat diakses secara gratis dari seluruh dunia di website mereka.

Konsepnya sederhana, kalau GLEE merupakan komedi musikal, CTS adalah komedi cosplay (costume role-play), performance yang ditampilkan akan merupakan performance cosplay, bukan menyanyi. Digarap oleh sekelompok cosplayer dan penggemar budaya Jepang, serial original dwi-bahasa ini telah dilirik oleh berbagai belahan dunia dan mendapatkan fanbase di lebih dari 20 negara, serta beragam pujian dari pembuat film dan pengamat cosplay dari Amerika, Eropa, dan Hong Kong baik dari segi ide maupun gambar. Statistika ribuan views di YouTube dalam waktu singkat turut berkata bahwa serial ini cukup disukai, dan banyak komentar fans yang mengatakan betapa mereka tidak sabar melihatnya.

Sunday, May 1, 2011

Costumed fans commune at Pittsburgh's Tekkoshocon IX

Michael Henninger/Post-Gazette

Approaching the entrance of the Wyndham Grand Hotel across from Point State Park, Downtown, you'd know instantly that you were in the correct place for Tekkoshocon, a convention devoted to Japanese popular culture, especially anime, manga, art, music and video games.

The giveaway was the waves of super-fans dressed in the garb of their favorite characters, some well known but most obscure. Almost all of the convention's attendees were in costume, creating a hotel lobby packed with Japan's most beloved fictional characters.

Tekkoshocon began nine years ago and was held at venues in Coraopolis, Cranberry, Green Tree and Monroeville before moving Downtown. When space was not available at the David L. Lawrence Convention Center, its home of the past two years, the convention moved to the Wyndham Grand, the former Pittsburgh Hilton.

Organizers say attendance has grown each year since 600 fans attended that first event in 2003. Last year attendance was just over 3,500, and this year it rose to 4,300 paid attendance (not including guests and vendors). Tekkoshocon IX raised "hundreds of thousands of dollars" last weekend, said Dan Lavoie, Tekkoshocon planner and head of event security, with all proceeds going to Japan for tsunami and earthquake relief.

"We're a nonprofit, and this year with all of our proceeds going to a great cause, a turnout that tops last year is really a big deal for us," Mr. Lavoie said. "We're all glad to be doing something we love as well as help in a time of need."

The four-day gathering this past weekend was packed with panels of experts, workshops, video-game competitions, art galleries and, for the first time, live bands. Japanese bands lix and Rampant made their American debuts here.

Many attendees come to interact in a friendly environment for "cosplayers." Cosplay, short for "costume play," is a type of character performance art, usually derived from anime or manga and more recently pop culture and science fiction.

"My favorite part about planning Tekkoshocon is the kids," Mr. Lavoie said of the young men and women who arrive in costume. "We do this so we can give one weekend ... where kids come around and let loose. Their hobbies may not be widespread or culturally accepted so you see these kids come in, wearing costumes of their favorite characters, relax and have a really wonderful weekend."

Attendees were genuinely exited to be a part of the culture they love. Angel Rodriguez, a traveling competitive gamer and native Texan, says he came for the video-game competition and had been waiting for it for quite a while.

"I travel to game competitions everywhere, that's why I'm here," said Mr. Rodriguez. "The people here are great, and it makes for a great competition."

Mr. Rodriguez had quite a scare in the "Super Street Fighter IV" Tournament finals but pulled out a win.

Video games were just the tip of the Tekkoshocon iceberg. Lines of costumed fans wrapped around the hallways to get into meeting rooms to screen their favorite piece of anime. Ballrooms were packed with artists and designers selling their creations.

Dozens of rooms on the second floor of the Wyndham were devoted to trading cards and hundreds of other Japanese collectables on display. Another room had a fully stocked library of manga, Japanese-made comics and graphic novels.

Mr. Lavoie said the convention will be back in Pittsburgh in 2012, but he might have to think about a return to a larger venue.

Max Parker is The Game Guy at communityvoices.sites.post-gazette.com.

First published on April 5, 2011 at 12:00 am

Read more: http://www.post-gazette.com/pg/11095/1136967-51.stm

Sunday, April 24, 2011

Puas di Cosplay Competition


Pasti asyik kalau kita bisa ketemu atau menjadi karakter favorit manga. Yupz, cosplay. Siapa sih yang nggak tertarik dengan kegiatan yang satu ini? Kapanlagi kawan remaja berkreasi dan menjadi tokoh favorit tanpa harus malu-malu. Nggak peduli berapa lama persiapannya, kemana saja harus mencari bahan-bahan, bahkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan, yang penting puas dengan hasil sendiri!

Seperti yang dilakukan peserta Cosplay Competition Mega Bazaar Computer 2011 yang diadakan di DP Mall, Sabtu (12/3). Lucu, seru, bahkan ada juga yang seram! Satu-persatu peserta tampil ke atas panggung sambil berpose sesuai dengan karakter yang dibawakan. Buat peserta cowok, kebanyakan dari mereka memakai kostum bertopeng, sedangkan para cewek cukup dengan kostum sederhana tapi tetap lucu. Hihihi… Nggak cuma peserta saja lho yang boleh narsis, pengunjung juga boleh berfoto bareng peserta. Jeprat-jepret sesuka hati.


Selain cosplay competition ada juga game competition Battle Zone Competition. Pesertanya nggak kalah ramai dengan cosplay, kawan. Dari adik-adik sampai orang dewasa boleh ikut game ini. Meskipun, cuma permainan tapi tampang mereka terlihat serius menatap layar komputer. Nggak peduli dengan suasana mall yang penuh sesak.

Ini nih nama-nama pemenang cosplay competition Emma Ika Amalia, Nur Asri Faisalia, Muhammad Faris Affan. Untuk Battle Zone Competition XYZ Crew, GG, Game Xeon.

Sumber: http://remaja.suaramerdeka.com/2011/03/16/puas-di-cosplay-competition/

Sunday, April 17, 2011

Cosplay untuk Tsunami Jepang


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu korban bencana. Salah satunya seperti yang dilakukan sejumlah anggota komunitas Jakarta Cosplay di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (9/4). Dengan mengenakan aksesori dan rias wajah seperti tokoh-tokoh kartun Jepang, mereka melakukan aksi sosial sambil membagikan selebaran kepada para pengguna jalan. (Foto: ANTARA/ Rosa Panggabean)

Sumber:  http://foto.vivanews.com/read/3235-cosplay-untuk-tsunami-jepang